Tampilkan postingan dengan label dendrologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dendrologi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 September 2011

Geronggang

A.  Cratoxylon arborescens (Vahl) Blume.
Cratoxylon arborescens (Vahl) Blume atau yang dikenal di Indonesia dengan nama geronggang yang memiliki padanan nama yang berbeda untuk setiap daerah, diantaranya burunggang, dori, geronggang, madangbaro, mampat, mepa, tamaw, tumok (kalimantan) termasuk dalam family Clusiaceae. Sinonim untuk jenis ini adalah Cratoxylon cuneatum miq. Tinggi pohon geronggang dapat mencapai 50 m, diameter dapat mencapapi 85 cm (Soerianegara dan Lemmens 1994). Tinggi banir sampai 1 m, daun berhadapan, bunga berdiameter 8 mm, dan biji bersayap kecil. Biasa dapat ditemui berasosiasi dengan hutan kerangas atau dipterokarp dan berperan sebagai tumbuhan pionir (Silk 2011). Kulit luar berwarna kemerah-merahan sampai coklat, beralur, dan mengelupas kecil-kecil. Dengan sebaran habitat  hutan hujan tropis dengan tipe curah hujan A dan B, terutama pada tanah rawa atau zona peralihan antara tanah rawa dan tanah kering pada ketinggian sampai 60 m dpl (Martawijaya (1981) yang diacu dalam dalam Maha (1997)).
Tumbuh tersebar atau mengelompok dalam belukar atau hutan primer yang tergenang (Prawira (1979) yang diacu dalam Maha (1997)). Daerah penyebaran pertumbuhan pohon geronggang di indonesia meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Kayu teras geronggang berwarna merah jambu tua atau merah bata muda jika baru ditebang,lambat laun menjadi merah tua tetapi tidak menjadi coklat. Kayu gubal berwarna kuning, kadang-kadang semu merah jambu atau jingga. Agak mudah dibedakan dari kayu teras, tebal kira-kira 5 cm (Martawijaya (1981) yang diacu dalam Maha (1997)). Manfaat kayu ini umumnya digunakan sebagai bahan untuk konstruksi dalam ruangan. Daerah sebarannya meliputi Burma, Semenanjung Malaysia, Jawa, Sumatera, dan Kalimantan (Silk 2011).

Senin, 04 April 2011

bungur

LAGERSTROEMIA SPECIOSA PERS.
Sinonim : Lagerstroemia reginae Roxb,; L. loudoni T. & B.; Adamhea glabra Lamk.
Klasifikasi
Divisi Spermatophyta
Sub divisi Angiospermae
Kelas Dicotyledonae
Bangsa Myrtales
Suku Lythraceae
Marga Lagerstroemia
Jenis Lagerstroemia speciosa Pers.
Nama dagang Bungur
Nama daerah
Sumatera Bungur (Melayu) Bungur kuwal (Lampung) Bungur
tekuyung (Palembang) Jawa Bungur (Sunda) Kelangi {Jawa Tengah) Bhungor  (Madura).
Deskripsi
Habitus Pohon, tinggi 10-20 m.
Batang Bulat, bercabang, coklat muda.
Daun Tunggal, bulat telur, panjang 9-28 cm, lebar 4-12 cm, hijau.
Bunga Majemuk, bentuk malai. panjang 10-50 cm, di ketiak daun dan ujung batang, putik dan tangkai benang sari putih, kepala sari kuning, daun mahkota bulat
telur, panjang ± 5 mm, ungu.
Buah Kotak, beruang tiga sampai tujuh, panjang ± 3,5
cm, masih muda hijau setelah tua coklat.
Biji Pipih, ujung bersayap, coklat kehitaman.
Akar Tunggang, coklat muda.
Khasiat Biji Lagerstroemia speciosa berkhasiat sebagai obat eksim dan obat
penurun tekanan darah tinggi.
Untuk obat eksim dipakai ± 5 gram serbuk biji Lagerstroemia speciosa,
biji dibakar hingga hangus lalu ditumbuk sampai halus, ditambah 1/2 sendok
teh minyak kelapa diaduk sampai rata, dioleskan pada eksim.

Kandungan kimia
Daun Lagerstroemia speciosa mengandung saponin, flavonoida dan.
tanin.